Minggu, 12 April 2020

KISAH NYI BLORONG || HAYUNING YOKTA

Hi, guys kali ini aku bakal ngasih tahu sedikit tentang Nyi Blorong yang aku dapat dari video YouTube channel HAYUNING YOKTA.

Nyi Blorong selalu digambarkan sebagai sosok manusia setengah ular dan sering dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul. Dahulunya, Nyi Blorong adalah seorang manusia yang hidup berkecukupan di istana, Ia tinggal dengan ayah dan kakak perempuannya. 

Ia mempunyai nama asli Dewi Lanjar. Singkat cerita, sang ayah yang sudah tua dan haru turun tahta bingung harus memilih siapa untuk melanjutkan tahtanya nanti. 

Akhirnya sang ayah memilih Dewi Lanjar karena sifatnya yang asih dan memikirkan kepentingan rakyatnya. Keputusan itu membuat sang kakak iri hati. 

Sang kakak pun meminta bantuan kepada penyihir untuk merubah wajah sang adik menjadi buruk rupa. Keinginannya berhasil, Ia pun diangkat menjadi ratu dan Dewi Lanjar di usir dari istana karena karena wajahnya yang buruk rupa. 

Dewi Lanjar tinggal di hutan setelah di usir dari istana, dan setelah beberapa tahun tinggal di hutan sang ayah baru menyadari bahwa ada yang tidak beres, lalu sang ayah meminta Dewi Lanjar untuk kembali tinggal di istana namun sang Dewi Lanjar menolaknya. 

Ia lebih memilih tinggal di hutan dan melakukan Muksuwo. Setelah melakukan Muksuwo, Dewi Lanjar bertemu dengan Kanjeng Ibu. Kanjeng Ibu adalah orang pertama yang ditemui Dewi Lanjar setelah ia melakukan Muksuwo. 

Dewi Lanjar dianggap anak oleh Kanjeng Ibu dan diberi tempat lain untuk membantunya menjaga alam semestal. Dewi Lanjar pun berganti nama menjadi Nyi Blorong, nama itu diberikan langsung oleh Kanjeng Ibu sebagai tondo kratesnan mara anak, atau tanda kasih kepada seorang anak. 

Blorong berarti luka atau garis hitam dan putih yang menggambarkan keirian manusia hingga rela melukai manusia lainnya. Dan luka itu dirasakan oleh Nyi Blorong, bahkan terlihat jelas pada luka di wajahnya. 

Luka tersebut terlihat seperti sisik ular dan sengaja tak disembuhkan oleh Kanjeng Ibu sebagai tanda pengingat bahwa manusia dapat melakukan hal-hal keji hanya demi tujuan nafsu semata. 

Kisah lain juga ada yang menyebutkan bahwa Nyi Blorong adalah ratu pesugihan. Nyi Blorong dikaitkan dengan pesugihan karena wujudnya yang sering disamakan dengan ular. Dalam budaya Jawa, ular dapat berarti kekayaan dan kemakmuran karena sifatnya yang pantang menyerah.

 Ular juga memiliki arti negatif yaitu keburukan, kelicikan, dan penuh dengan tipu muslihat. Maka dari itulah Nyi Blorong sering dikaitkan dengan pesugihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar